Ancaman luapan air sungai saat musim hujan memicu tim siswa SMAN 1 Malang menciptakan sistem deteksi banjir otomatis berbasis sensor ultrasonik. Perangkat ini dirancang untuk memantau perubahan debit air secara langsung dan memberikan peringatan dini. Inovasi keselamatan ini melengkapi karya rekayasa sekolah yang berupaya bantu petani lokal sma melalui mesin pengering otomatis.
Sistem pemantauan bekerja dengan mengukur jarak permukaan air menggunakan sensor yang terhubung ke papan pengontrol mikrokontroler. Saat ketinggian air melampaui batas aman, alat akan secara otomatis membunyikan sirene dan mengirimkan notifikasi pesan singkat. Pengiriman data berjalan cepat guna mempercepat proses evakuasi warga.
Akurasi sistem deteksi banjir diuji secara berkala dengan mensimulasikan berbagai kondisi kenaikan volume air di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor mampu membaca perubahan skala milimeter secara stabil dan presisi. Keandalan alat ini sangat penting untuk meminimalkan risiko kerugian bencana.
Pengembangan perangkat deteksi banjir memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan ilmu fisika elektronika dan pemrograman komputer. Mereka belajar merangkai sirkuit tahan air serta menyusun baris kode yang efisien. Pengalaman praktis ini mengasah keterampilan rekayasa teknik secara mendalam.
Alat ukur otomatis ini dirancang agar dapat dipasang dengan mudah di saluran drainase maupun pinggiran sungai pemukiman. Biaya pembuatan yang terjangkau menjadikan teknologi ini sangat aplikatif untuk diterapkan di daerah rawan bencana. Siswa aktif melakukan sosialisasi fungsi alat kepada masyarakat.
Karya siswa SMAN 1 Malang memperlihatkan kepedulian nyata generasi muda terhadap keselamatan lingkungan dan mitigasi bencana. Penguasaan teknologi tepat guna terbukti mampu menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat sekitar. Sekolah terus memfasilitasi riset teknologi terapan yang bermanfaat.
