Latihan Drumming SMAN 1 Malang: Koordinasi Tangan & Kaki

Dunia musik perkusi selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para siswa yang memiliki energi meluap-luap. Di SMAN 1 Malang, ekstrakurikuler musik menjadi salah satu wadah paling populer, terutama bagi mereka yang ingin mendalami instrumen drum. Menjadi seorang drummer bukan hanya soal memukul simbal dengan keras atau menghasilkan suara yang bising, melainkan tentang penguasaan teknik yang presisi. Melalui program latihan drumming yang sistematis, para siswa di sekolah ini diajarkan bahwa fondasi utama dari seorang pemain drum yang hebat adalah keseimbangan dan sinkronisasi antara seluruh anggota tubuh.

Tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh pemain pemula di SMAN 1 Malang adalah memecah fokus otak untuk menggerakkan empat anggota badan secara berbeda namun tetap dalam satu irama yang sama. Inilah yang disebut dengan kemandirian anggota tubuh atau limb independence. Dalam setiap sesi pertemuan, fokus utama selalu tertuju pada pengembangan koordinasi tangan & kaki. Tanpa koordinasi yang baik, seorang drummer akan kesulitan menjaga tempo saat harus memainkan pola snare drum yang rumit sementara kaki kanan harus tetap stabil menginjak pedal bass drum dan kaki kiri mengontrol hi-hat.

Metode yang diterapkan di sekolah ini dimulai dari latihan rudiment dasar di atas practice pad. Siswa tidak langsung diminta duduk di belakang set drum lengkap, melainkan melatih pergelangan tangan agar memiliki kelenturan dan kekuatan yang seimbang antara tangan kanan dan kiri. Setelah otot tangan mulai terbiasa, barulah elemen kaki dimasukkan secara bertahap. Pembina musik di SMAN 1 Malang menekankan pentingnya latihan dengan metronom. Kecepatan atau BPM (beats per minute) dimulai dari angka yang sangat rendah agar siswa benar-benar merasakan letak setiap ketukan. Hal ini sangat krusial agar memori otot terbentuk dengan sempurna sebelum beralih ke tempo yang lebih cepat.

Selain aspek teknis, kesehatan fisik juga menjadi perhatian dalam latihan rutin ini. Bermain drum selama berjam-jam membutuhkan stamina yang kuat dan postur tubuh yang benar. Siswa diajarkan untuk duduk dengan punggung tegak namun tetap rileks agar aliran energi dari pundak hingga ke ujung stik drum tidak terhambat. Jika postur tubuh salah, selain hasil suara yang tidak maksimal, siswa juga berisiko mengalami cedera otot atau sendi. Oleh karena itu, sesi pemanasan sebelum memegang stik drum menjadi prosedur wajib bagi seluruh anggota perkusi di sekolah tersebut.